Jumat, 19 Maret 2010

Mengapa pembalut penting bagi wanita??

Mengapa pembalut penting bagi wanita??

Memasuki usia renaja/akil balig setiap wanita akan mengalami suatu masa yang disebut menstruasi. Proses ini merupakan hal alamiah karena terjadinya pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan. Rataan menstruasi dimulai saat wanita berusia sekitar 10/11 tahun dan biasanya berhenti sekitar usia 45-55 tahun. Maka sepanjang itulah seorang wanita akan membutuhkan pembalut agar tetap dapat beraktivitas dalam hari-hari haidnya.

Dari jaman dahulu, ternyata wanita sudah berusaha melakukan segala cara agar merasa nyaman selama menstruasi. Berikut sejarah pembalut berdasarkan eranya :

  • Mesir kuno: untuk nyaman dari haid, para wanita mesir menggunakan kapas yang dilapisi dengan kertas papyrus

  • Abad ke-10, bangsa Suda mencatat dimana Ratu Hypatia yang hidup pada awal abad ke-4 menggunakan kain untuk mengatasi masalah haid

  • Sekitar abad 19 an, ada bentuk lain, yaitu menstrual cup (seperti mangkuk) untuk menampung cairan darah, tetapi hanya untuk kalangan bangsawan

  • Tahun 1896-an, pertama kali pembalut dibuat secara modern yang bahannya berasal wood pulp (bubur kayu) dan dapat langsung dibuang

  • Tahun 1921, diciptakan pembalut yang terbuat dari bahan selulosa yang dieksttrak dari wood pulp

  • Sekitar tahun 1980-an, dikembangkan desain baru yang lebih nyaman dan ergonomis dalam pembalut,yaitu dengan bahan plastik (seperti PE film) untuk bagian luar, dengan perekat, gel

  • Tahun 1990-an, diciptakan berbagai jenis: lebih tipis

  • Tahun 2000-an, semakin banyak jenisnya, yaitu :
    - Pantyliner: di desain untuk menyerap cairan harian atau saat menstruasi ringan. Bisa juga untuk ketidaknyamanan masalah buang air kecil.
    - Pembalut super tipis- ultra thin: pembalut sangat tipis, penyerapannya sama dengan maxi/regular tetapi kepadatannya lebih sedikit.
    - Regular: penyerapannya berada ditengah antara thin/tipis dan maxi.
    - Maxi: penyerapannya sangat tinggi, biasa digunakan saat haid sedang banyak.
    - Night: digunakan pada saat malam dan biasanya bagian belakang lebih lebar.
    - Maternity: digunakan bagi ibu setelah melahirkan (masa nifas).

Dapat kita perhatikan, dari masa ke masa, pembalut terus mengalami perkembangan, yang akan menjamin tingkat kenyamanan dari pemakai. Tetapi, dibalik itu, ada sisi lain yang perlu diperhatikan dari sisi kesehatan. Dimana sudah hampir satu dekade, terjadi kontradiksi antara pemakaian pembalut dengan kesehatan organ reproduksi berkaitan dengan racun/toksisitas yang disebabkan oleh dioksin. Kenapa dioksin sangat berbahaya??


2. Pembalut & Pantyliner = sumber dioksin dan kimia berbahaya??

Bahasan tentang dioksin dalam pembalut bermula dari penilaian EPA (Enviromental Protection Agency) tahun 1996 yang menyatakan bahwa disetiap tampon (semacam pembalut) yang dibuat dengan komposisi yang melalui proses pemutihan akan menimbulkan senyawa organochlorine baru yaitu dioksin. Semua berawal dari bahan penyerap (absorbent agent) yang kebanyakan dibuat dari rayon, wood pulp (bubur kayu), kapas, kertas bekas/daur ulang, atau bahan-bahan sisa. Untuk membuat bahan tersebut kembali bersih dan berwarna putih, maka diperlukan sebuah proses yang cukup panjang. Awalnya, wood pulp dimasukkan dalam tong-tong besar yang kemudian dibersihkan supaya lebih putih. Sedangkan bagi pembalut yang ditambahkan rayon dan juga kapas untuk penyerapan yang lebih sempurna, maka bahan selulosa kayu dilarutkan dalam cairan asam. Pada proses ini saja, sudah beberapa kali bahan kimia ditambahkan. Kemudian, proses berikutnya –terutama pada bahan yang berasal dari daur ulang (kertas) mengalami satu proses pencucian dengan deterjen dan juga pemutih (bleaching) dengan chlorinisasi (pemberian klorin) yang memberikan tampilan putih sempurna. Pada tahapan lain juga dilakukan proses penambahan formaldehide/formalin sebagai agen anti-basah (anti-wet agent).

Ternyata, setelah ditelusuri, zat-zat berbahaya tersebut di dalam setiap pembalut mengandung sekitar 400 ppt (part per trillion). Jika dalam hidupnya seorang wanita menggunakan sekitar 16.800 buah pembalut, maka dapatkah anda memperkirakan jumlah zat-zat kimia berbahaya yang tinggal dalam tubuhnya??

Nasib pantyliner tidak jauh berbeda. Walau pantyliner tidak terdapat bahan kapas di dalamnya untuk menampung cairan darah, tetapi jika komposisnya tetap dari bahan bekas/daur ulang, proses pemutihan akan berlangsung juga. Yang artinya: dioksin akan tetap ada. Selama itu pula, berarti, wanita menumpukkan dioksin dalam tubuhnya di luar dari periode haid, karena pada masa-masa tertentu, misalnya saat akhir-akhir hari haid (atau dikenal dengan nama spotting/bercak), saat stress dan ovulasi, cairan vagina akan lebih banyak dan membutuhkan penampung super tipis agar tidak mengganggu aktivitas. Jadi, pemilihan pantyliner yang aman, higienis dan nyaman tetap harus diperhatikan.


3. Pengetahuan tentang dioksin

Dioksin, merupakan senyawa sederhana: Polychlorinated dibenzodioxins (PCDDs) yang ditemukan awalnya pada tahun 1848 di Jerman. Sebagai senyawa polihalogenasi, disebut dioksin karena molekulnya membentuk rangka dioksin. Seluruh keluarga/jenis dioksin jika sudah dikonsumsi/terhirup, sifatnya terakumulasi dalam jaringan lemak tubuh karena dioksin memiliki sifat lipofilik (larut dalam lemak). Sifat lainnya yang dikenal yaitu: mutagen, tetratogen dan merupakan komponen organik. Jenis lain dari Dioksin yaitu polychlorinated dibenzofuran (PCDFs). Berbagai sumber dioksin yaitu:

      1. asap daerah industri/proses industri: sisa pembakaran

      2. makanan sehari-hari yang mengandung lemak (produk turunan susu)

      3. herbisida, insektisida.

      4. asap rokok

      5. bahan-bahan yang mengandung resin/rayon atau pemutih: tampon/pembalut, bahan-bahan pembungkus makanan

      6. Proses klorinisasi. Semakin tinggi proses, semakin tinggi pula dioksin yang dihasilkan.

4. Riset tentang Dioksin dan Bahayanya

Beberapa hasil penelitian tentang bahaya dioksin dalam tubuh manusia dan hewan:

  1. Pada proses produksi, terdapat dioksin yang terbawa dalam bahan rayon dan daur ulang (Dioxin in American Sanitary products,1998)

  2. Dioksin meningkatkan kejadian endometriosis dan pembesarannya pada primata (Toxicol sci-2000), pada tikus (Toxicol appl pharmacol,2000)

  3. Dioksin dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi, sistem endokrin, toksik pada sistem imunitas dan perkembangan serta bersifat karsinogenik (US EPA,2000)

  4. Paparan dioksin selama 4 tahun pada monyet menyebabkan peningkatan kejadian endometriosis sekitar 7-10 tahun kemudian (Fundam appl toxicol,1993)

  5. Para ahli kesehatan merekomendasikan bagi penggunanya memakai pembalut yang tidak diberi pemutih, karena pemutih dapat menyebabkan resiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, mulut rahim/serviks, kanker payudara (tampon safety,2003)

  6. Dioksin, walaupun dalam jumlah sedikit, terakumulasi dalam jaringan lemak (endometriosis association,2004). Intervensinya sampai pada tingkat sel, yang akhirnya mempengaruhi DNA, metabolisme hormon, faktor pertumbuhan, reproduksi,endokrin dan fungsi imunitas (Jurnal Environtmental Health Perspective, 1995)

  7. IARC (International Agency for Reserach on Cancer): TCDD (tetrachlorodibenzo p dioxin) setidaknya dapat ada ditubuh manusia selama 8 tahun dengan mediasi ARL (Aryl Hidrocarbon receptor) (Wiki)

  8. Tidak ada dosis aman/ambang batas dioksin yang dapat menyebabkan kanker (Cancer weekly, 2003)

  9. Efek lain yang dilaporkan: Abnormalitas perkembangan enamel pada gigi anak-anak, kelainan tiroid, patologi pada sistem syaraf periferal dan pusat, kerusakan sistem imunitas, endometriosis, diabetes (wikipedia)

Bahkan, IARC-WHO (International Agency for Research on Cancer) WHO , berdasarkan evaluasi dampak pada manusia dan hewan yang dilakukan sejak tahun 1997 akhirnya pada tahun 2007 membuat peringatan akan efek samping dioksin dan dioksin digolongkan sebagai zat karsinogenik bagi manusia (known human carcinogen). Jelas sudah, bahwa Dioksin sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, dan tampon/pembalut menjadi salah satu sumber bertumpuknya dioksin pada sel-sel tubuh (terutama di organ reproduksi).

Bahaya Dioksin bagi manusia :

a. Endometriosis (penebalan dinding rahim)

b. Kanker: payudara, cerviks/leher rahim, rahim

c. Infeksi vagina (vaginitis)

d. Sulit mempunyai keturunan (karena keputihan/infeksi vagina, kemandulan)

e. Rendahnya, bahkan rusaknya sistem imunitas (menjadi mudah lelah, cepat emosi/marah, mudah sakit)

f. Kista

g. PMS (pre mestruation syndrom) : emosi tidak stabil, nyeri pada perut

h. Tumor organ reproduksi

i. Keputihan

j. Haid tidak teratur (karena ketidakseimbangan hormon)




5. Bagaimana cara dioksin masuk dan merusak tubuh?

Jika wanita sedang haid atau cairan hariannya sedang banyak, maka cairan tersebut akan menetes ke permukaan pembalut/pantyliner yang dipakai. Cairan tersebut bersifat asam dan terjadi penguapan. Dioksin yang salah satu unsurnya Oksigen (O) dan sifatnya oksidatif akan menguap (apalagi jika pembalut atau pantyliner dalam kondisi basah dan kelembaban tinggi), kemudian terbawa dalam permukaan vagina, lalu masuk ke rongga rahim melalui leher rahim (serviks). Dioksin akan menempel dan terikat pada jaringan lemak didinding rahim. (gambar struktur rahim wanita yang dilengkapi dengan tanda panah masuknya dioksin, rancang sendiri).

Dalam sel dioksin akan berikatan dengan Aryl hydrocarbon receptor (AhR) yang secara diproduksi oleh berbagai organ termasuk hati, paru-paru, sel limfosit dan plasenta 1. Karena beriktan dengan ArH maka dioksin bergerak bebas dalam sel dan ketika berikatan dengan DNA dia dapat mengaktifkan atau matikan DNA serta mengubah struktur DNA.1,2 Melalui mekanisme ini dioksin akan merusak/mengganggu sistem reproduksi, endokrin, fungsi imun, metabolisme hormon, faktor pertumbuhan dan memicu sel kanker.2,3

Catatan kaki

  1. Whitlock JP. (1990) Genetic and molecular aspect 0f 2,3,7,8 tetraclorodibenzo-p-dioxin action. Annual Review of Pharmacology, 30:251-277

  2. Rier SE, Martin DC, Bowman RE and Becker JL. (1995). Immunoresponsiveness in endometriosis: implication of estrogenic toxicant. Environmental Health Persepctive, 103 (Suppl 7):151-156

  3. Thornton, J. (1994) Achieving Zero Dioxin: An emergence strategy for Dioxin elimination. Greenpeace Report

6. Mengapa harus memilih Natesh Pembalut dan pantyliner??

Pilih-pilih pembalut dan pantyliner bukan memilih kucing dalam karung, karena mempengaruhi kesehatan organ wanita. Selektiflah dalam memilih. Seorang wanita diharapkan terlihat cantik dan sehat bukan hanya terlihat dari luar saja, tetapi organ di dalamnya rusak karena racun/toksin atau bahan-bahan yang sifatnya karsinogenik. Pepatah lama ”mencegah lebih baik daripada mengobati” sangat tepat. Diharapkan, dengan meminimalisir jumlah toksik yang masuk, maka kecil kemungkinan pula akan terkena penyakit berbahaya. Pembalut dan pantyliner dapat menjadi investasi masa depan kesehatan reproduksi para wanita.

PT KK Indonesia telah menghadirkan satu produk modern, yaitu Natesh Pembalut dan pantyliner. Dirancang dengan teknologi modern, Natesh memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk pembalut dan pantyliner pasaran.

7. Lapisan pada Natesh Pembalut dan Pantyliner

Tujuh (7) Lapisan Pembalut Natesh :

  1. Non woven fabric: bagian atas yang terbuat dari kapas yang lembut, sehingga mencegah iritasi, aman bagi kulit sensitif. Selain itu juga menjaga permukaan tetap kering, menyerap cairan dengan cepat. Dilengkapi dengan water proof side guard untuk mencegah tembus ke samping.

  2. CPU (control paper unit): lapisan berwarna hijau dan berpori. Sifatnya mudah dan sangat cepat menyerap cairan. Selain itu juga mengandung:

a. Anion (7200 pcs/cm3-tertinggi saat ini).

b. Ekstrak herba china (Yimucao, Houttuynia cordata, Aloe, Herba menthae dan Borneol).

c. Far Infra Red.

d. Nano Silver

  1. Air laid paper: lapisan ini berfungsi untuk menyerap bakteri dan jamur, sehingga tidak menginfeksi organ. Selain itu juga untuk mencegah cairan merembes ke luar

  1. SAP sheet: bentuknya lembaran berpori-pori dan higienis. Manfaatnya yaitu efektif untuk menyerap dan menahan aliran darah keluar pembalut. Daya serap lebih tinggi dari pembalut biasa

  2. Air laid paper.

  3. Breathable PE Film: lembaran luar berpori, higienis. Ber-oksigen sehingga pembalut tidak lembab dan basah (mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur saat haid sedang banyak). Sifatnya sangat elastis, dilengkapi dengan lem perekat khusus yang kuat , sehingga mencegah pembalut berkerut dan wanita bebas bergerak setiap saat.

  4. Release paper: kertas perekat yang higienis, aman dan mudah dilepas.

Sedangkan Natesh pantyliner terdiri dari 5 lapisan, yaitu: Non woven fabric, CPU, Airlaid paper, Breathable PE film dan release paper. Herba, Anion, FIR dan Nano silver juga terdapat di dalam setiap helai/lembaran Natesh Pantyliner.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar